"Sesungguhnya pada (penciptaan) langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan ALLAH untuk orang-orang yang beriman"
(Surah Al-Jasiyah ayat 3)
Berkata Saidina Umar Al-Khattab r.a :-
1) Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
2) Orang yang suka menghina orang lain, dia juga kelak akan di hina.
3) Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
4) Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatannya akan terjaga.
|
 1. Latar Belakang
Kerajaan Pagaruyung didirikan oleh Raja Adityawarman pada tahun 1343, yang pada awalnya meliputi wilayah bekas Kerajaan Bungo Setangkai dan wilayah bekas Kerajaan Dharmasraya. Sebelum Kerajaan Pagaruyung di Minangkabau, sudah ada Kerajaan-Kerajaan lainnya secara silih berganti antara lain:
1. Kerajaan Pasumayam Koto Batu yang berpusat di Pariangan di kaki gunung Merapi, berusia kurang lebih 3 abad sebelum Masehi sampai kepertengahan abad ke2 Masehi. Raja yang terkenalnya adalah Sri Maharaja Diraja yang menurut Tambo Alam Minangkabau adalah salah seorang anak dari Sultan Iskandar Zulkarnain yang berasal dari Iskandariyah Mesir. Pada masa pemerintahan Raja Sri Maharaja Diraja inilah dibentuk koto-koto dan nagari-nagari dan disetiap koto dan nagari diangkat datuk-datuk sebagai pemimpin adat dan sekaligus sebagai wakil mutlak dari Daulat Yang Dipertuan Sri Maharaja Diraja di Pariangan. Penyempurnaan susunan adat dan pemerintahan dilakukan oleh anaknya Datuk Ketumanggungan dan saudara tirinya Datuk Perpatih Nan Sebatang dan mamak kandungnya Datuk Suri Dirajo.
2. Kerajaan Lagundi Nan Baselo yang berpusat di Pariangan Padang Panjang, berusia dari pertengahan abad ke2 Masehi sampai pertengahan abad ke5 Masehi.
3. Setelah Kerajaan Lagundi Nan Baselo runtuh, maka munculah Kerajaan Bunga Setangkai yang berpusat di Sungai Tarab yang usianya dari pertengahan abad ke 5 Masehi sampai pertengahan abad ke 14 Masehi. Dipimpin oleh rajanya yang bergelar Datuk Ketumanggungan.
4. Bersamaan dengan Kerajaan Bunga Setangkai berdiri pula Kerajaan Dusun Tuo yang berpusat di Lima Kaum, yang dipimpin oleh rajanya yang bergelar Datuk Perpatih Nan Sebatang. Kerajaan ini tidak berusia panjang hanya sampai akhir abad ke 5 dan kemudian bersatu dengan Kerajaan Bunga Setangkai. Rajanya kemudian diberi kebesaran Gajah Gadang Patah Gadiang.
5. Bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Bunga Setangkai, disepanjang Batang Hari didirikan pula Kerajaan Dharmasraya yang raja-rajanya pun berasal dari Pariangan Padang Panjang. Salah seorang Rajanya yang terkenal adalah Tri Buwana Raja Mauliwarmadewa berkawin dengan Puti Lenggogeni dari Kerajaan Bunga Setangkai Sungai Tarab dan melahirkan 3 orang anak iaitu:
1) Puti Parameswari atau lebih dikenal dengan nama Puti Dara Jingga, ibunda dari Raja Adityawarman,
2) Puti Indraswari atau lebih dikenali dengan Puti Dara Petak, ibunda dari Prabu Jayanegara, dan
3) Raja Parameswara yang dikenal juga dengan nama Akarendrawarman yang dalam tambo lebih dikenal dengan Tuanku Raja Muda.
Raja Adityawarman dilahirkan pada tahun 1295 Masehi di Majapahit. Dia dibesarkan dan dididik di Majapahit dan pernah menjabat jawatan tinggi di Majapahit sebagai Senopati Utama ( panglima utama dari tentera Majapahit ) Pada waktu Prabu Jayanegara diculik oleh pemberontakan Rakuti dan tidak diketahui jejaknya, Caturakriyan dan Sapta Menteri Kerajaan Majapahit telah bersepakat untuk menobatkan Raja Adityawarman sebagai Raja Majapahit menggantikan Prabu Jayanegara. Beberapa hari sebelum dilakukan penobatan Patih Gajah Mada berhasil menemukan dan membebaskan Prabu Jayanegara darisekapan pemberontakan Rakuti sehingga Raja Adityawarman tidak jadi dinobatkan sebagai Raja Majapahit. Berikutan itu Prabu Jayanegara telah mengangkat Raja Adityawarman sebagai duta besar mengelilingi Majapahit bertujuan untuk memperbaiki hubungan persahabatan dengan Kerajaan Monggol dengan Kerajaan China, dengan Kerajaan di Hindia Belakang dengan Kerajaan Sri Langka dan India, bahkan sempat berkunjung ke Kerajaan Madagaskar. Masa tugasnya ini dilakukannya dari tahun 1336 sampai 1341 Masehi. Sekembalinya Adityawarman di Majapahit, Raja Majapahit sudah dipangku oleh Tri Buwana Tunggadewi, dan harapan Raja Adityawarman untuk menjadi Raja diMajapahit pupuslah sudah dan dia kemudian meminta izin kepada adiknya Tri Buwana Tunggadewi untuk pulang keMinangkabau, Kerana secara matrilineal dia mempunyai hak untuk menjadi Raja diKerajaan Bunga Setangkai.
Setibanya di Kerajaan Bunga Setangkai, permintaan Adityawarman untuk menjadi Raja diKerajaan Bunga Setangkai pada awalnya mendapat penolakan dari mamaknya dan pembesar-pembesar Kerajaan Bunga Setangkai. DEngan sedikit menggunakan kekuatan yang dibawanya dari Majapahit akhirnya Raja Adityawarman diterima sebagai Raja dari Kerajaan Bunga Setangkai. Mamaknya yang merupakan bekas Raja Kerajaan Bunga Setangkai diangkat sebagai Perdana Menteri dengan sebutan Tuanku Panitahan Sungai Tarab dengan gelar Datuk Bandaro Putiah. Tidak berapa lama sesudah itu, pada tahun 1347 Masehi, Raja Adityawarman memindahkan pusat Kerajaan dari Sungai Tarab ke nagari Ulak Tanjuang Bungo di kaki bukit Batu Patah yang kemudian dikenal dengan nama Pagaruyung.
Suku bangsa Minangkabau berasal dari berbagai etnis antara lain, orang Melayu dari Hindia Belakang, orang Melayu dari pergunungan Himalaya, orang Monggol tua (Proto Malay), orang Monggol baru ( Neo Malay), orang Tamil dari India, orang Gujarat dari India, orang Parsi, orang Arab, orang Negro, orang Yahudi, bahkan ada juga yang dari keturunan Eropah. Mereka datang keMinangkabau menetap dalam komuniti-komuniti baru yang menerima secara penuh adat dan budaya Minangkabau dan tunduk kepada pemerintahan Raja-Rajanya. Komuniti dari berbagai etnis yang menerima dan menerapkan adat Minangkabau inilah yang disebut sebagai orang Minangkabau.
2. Silsilah Raja-Raja Pagaruyung.
1. Raja Adityawarman
2. Raja Ananggawarman
3. Raja Vijayawarman
4. Daulat Yang DiPertuan Sultan Bakilap Alam Sultan Alif 1 Yamtuan Raja Bagewang
5. Daulat Yang DiPertuan Sultan Siput Aladin
6. Daulat Yang DiPertuan Sultan Ahmad Syah Yamtuan Raja Barandangan
7. Daulat Yang DiPertuan Sultan Alif ll Yamtuan Khalif
8. Daulat Yang DiPertuan Sultan Bagagar Alamsyah Yamtuan Raja Lembang Alam.
9. Daulat Yang DiPertuan Sultan Alam Muningsyah l Yamtuan Raja Bawang.
10. Daulat Yang DiPertuan Malenggang Alam Yamtuan Rajo Naro.
11. Daulat Yang DiPertuan Sultan Alam Muningsyah ll Yang DiPertuan Sultan Abdul Fatah Yamtuan Sultan Abdul Jalil l.
12. Daulat Yang DiPertuan Sultan Tangkal Alam Bagagarsyah Yamtuan Hitam.
13. Daulat Yang DiPertuan Sultan Abdul Jalil ll Yang DiPertuan Garang Yang DiPertuan Sultan Abdul Jalil.
14. Daulat Yang DiPertuan Puti Reno Sumpu Yang DiPertuan Berbulu Lidah.
3. Masa Kegemilangan Kerajaan Pagaruyung.
Masa kegemilangan Kerajaan Pagaruyung berlangsung selama tiga setengah abad, dari pertengahan abad ke 15 sampai akhir abad ke 18. Dimulai dari zaman pemerintahan Sultan Bakilap Alam sampai dengan pemerintahan Sultan Alam Muningsyah l ( Daulat Yang DiPertuan Raja Alam Muning ) Kegemilangan ini ditandai dengan:
1. Bertumbuh pesatnya usaha pertanian rakyat dalam bentuk pertanian padi, merica, kopi, kayu manis.
2. Pesatnya pendulangan dan perdagangan emas diseluruh wilayah Kerajaan Pagaruyung,
3. Dikirimkannya ulama-ulama besar untuk mengislamkan kerajaan-kerajaan di Nusantara bahkan sampai ke Filipina (kesultanan Manila, Sulu, Mindanao, dan Palalawan), kesemenanjung melayu dan Champa.
4. Terbinanya dengan baik hubungan Kerajaan Pagaruyung sebagai pusat alam Minangkabau dengan kerajaan-kerajaan bawahannya yang disebut dengan Sapiah Balahan Kuduang Karatan, Kapak Radai, Timbang Pacahan yang merupakan bagian dari Kerajaan Pagaruyung. Bentuk hubungan yang dipakai, campuran antara hubungan pemerintah pusat dengan negara bagian dan antara pemerintah pusat dengan kerajaan persemakmuran (commonwealth) Kerajaan-kerajaan Sapiah Balahan itu adalah:-
1. Kerajaan Padang Nunang Rao di Pasaman
2. Kerajaan Parit Batu di Pasaman Barat
3. Kerajaan Kinali di Pasaman Barat
4. Kerajaan Talu di Pasaman Barat
5. Kerajaan Kumpulan di Pasaman Timur
6. Kerajaan Mandailing di Penyabungan
7. Kerajaan Kota Pinang di Labuhan Batu
8. Kerajaan Panai di Padang Lawas
9. Kerajaan Asahan di Asahan
10. Kerajaan Kuala Pilah di Labuan Batu
11. Kerajaan Perbaungan di Serdang
12. Kerajaan Barus di Barus
13. Kerajaan Seribu Dolok di Tapanuli
14. Kerajaan Tiku di Tiku
15. Kerajaan Pariaman di Padusunan
16. Kerajaan Sunua di Kurai Taji
17. Kerajaan Koto Tinggi Pakandangan di Koto Tinggi
18. Kerajaan Pauah dan Padang
19. Kerajaan Ampek Angkek Canduang terdiri dari:
a. Datuk Bandaro Panjang, Raja di Biaro Balai Gurah melimpah ke Tanjuang Alam, Batu Taba, Ampang Gadang dan Pasia.
b. Datuk Mangiang di Panampuang, Raja Panampuang Canduang dan Lambah melimpah ke Tilatang Kamang.
20. Kerajaan Sungai Pua dan Banuhampu dipimpin oleh Datuk Tumanggung Kampuang Basa
21. Kerajaan Ampek Koto dipimpin Tuanku Inyiak nan Bagombak di Koto Gadang.
22. Kerajaan Rajo yang Balimo di luak Limo Puluah Koto, terdiri dari :
a. Rajo Luak Limo Puluah di Kampuang Dalam Aia Tabik Payakumbuh.
b. Rajo di Ulu di Situjuah Banda Gadang.
c. Rajo di Lareh di Sitanang Muaro Lakin.
d. Rajo di Sandi di Koto nan Gadang Payakumbuh.
e. Rajo di Ranah di Guguak Talago Gantiang.
Kelima raja ini dibantu oleh Niniak nan Barampek dan Kambuik Baniah Tampang Pusako iaitu : - Datuk Majo Indo Niniak nan Barampek di Andiang Limbanang
- Datuk Suri Dirajo Niniak nan Barampek di Mungka
- Datuk Bandaro Sati Niniak nan Barampek di Mahek
- Datuk Rajo Di Balai Niniak nan Barampek di Muara Takus
- Datuk Sibijayo Kambuik Baniah Tampang Pusako di Pangkalan.
23. Kerajaan Dalu-Dalu di Tambusai.
24. Kerajaan Rambah di Pasir Pangarayan.
25. Kerajaan Patapahan.
26. Kerajaan Siak Sri Indrapura.
27. Kerajaan Gunung Sahilan di Riau.
28. Kerajaan Palalawan.
29. Kerajaan Singingi di Muara Lembu.
30. Kerajaan Kuantan Rantau nan Kurang Aso Duo Puluah.
31. Kerajaan Baserah.
32. Kerajaan Cerenti.
33. Kesultanan Indragiri.
34. Kesultanan Muda Lingga.
35. Kesultanan Muda Pulau Penyegat.
36. Kerajaan Keritang di perbatasan Riau dan Jambi.
37. Kerajaan Lubuk Kepayang di Jambi.
38. Kerajaan Teratak Air Hitam di Jambi.
39. Kerajaan Tanah Pilih di Talanaipura Jambi.
40. Kerajaan Tanah Basam Basemah.
41. Kerajaan Limun Batang Asai Jambi.
42. Kerajaan Tamiai di Kerinci.
43. Kerajaan Tanah Sikudung di Kerinci.
44. Kerajaan Kuto Basa Abai Siat Dharmasraya.
45. Kerajaan Siguntur di Dharmasraya.
46. Kerajaan Sitiung di Dharmasraya.
47. Kerajaan Padang Laweh di Dharmasraya.
48. Kerajaan Pulau Punjuang di Dharmasraya.
49. Kerajaan Jambu Limpo Lubuak Tarok di Sijunjung.
50. Kerajaan Pulau Kasiak di Alahan Panjang.
51. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu.
52. Kerajaan Rantau Duo Baleh Koto.
53. Kerajaan Lubuak Malako.
54. Kerajaan Sangir Balai Janggo di Sungai Kunyit.
55. Kesultanan Indropuro dengan bawahannya raja-raja Bandar Sepuluh.
56. Kerajaan Muko-Muko.
57.Kerajaan Sebelat.
58. Kerajaan Ketaun.
59. Kerajaan Sungai Limau di Bengkulu.
60. Kerajaan Rindu Hati Kepayang di Bengkulu.
61. Kerajaan Ranah Sikalawi Sungai Ngiang di Rajang Lebong.
62. Kerajaan Sekala Brak di Lampung.
63. Kerajaan Negeri Sembilan di Tanah Melayu.
64. Kesultanan Mempawa Kalimantan Barat.
65. Kesultanan Kota Waringin Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah.
66.Kesultanan Manggarai di Flores.
Bahkan Kerajaan Pagaruyung juga mempunyai hubungan sejarah dan kekerabatan dengan Kesultanan Gowa Tallo, Kesultanan Bima, Kesultanan Dompu, Kesultanan Sumbawa dan Kesultanan Ternate.
bersambung.... ( BHG. 2 )
 | betul la apa yg kamu katakan tu.......tapi keaadaan kini telah menjadi terlalu kompleks. Dan untuk menjadikan Kerajaan Tua Melayu sebagai model untuk situasi dan realiti hari ini saya rasa macam bayangan angan2 saja. Apa pun saya setuju la dengan saranan kamu supaya bangsa kita tidak berpecah dan bermusuhan sesama sendiri.....ye akhir nya kita juga yg rugi !!.... |
 | salam....betul la tu...kalau kita x sayang n hormati bangsa n diri kita macam mana....kita nak jadi bangsa yg bermaruah n hebat? |
 | Ass.wr.wb. Bapak, Ibu dan Sanak Saudara........ Saya, Riza Syahran Ganie gelar Sutan Khalifah, adalah anak dari Amaludin Ganie dan cucu dari Siti Zabidah. Siti Zabidah, nenek saya, adalah anak kedua (sedangkan anak pertama Sutan Sjamsuddin) dari Sutan Abdullah. Sutan Abdullah adalah anak ke-6 dari Tuanku Sulthan Abdul Madjid, yang merupakan radja ke-9 dari Negeri Pasaman Kehasilan Kalam. Adapun urutan Radja-Radja Didalam Negeri Pasaman Kehasilan Kalam (ari yang pertama sampai yang ke-11) adalah sebagai berikut : 1. Seri Paduka Seri Radja di Radja Alam Sjah. 2. Maharadja di Radja Alam Sjah. 3. Paduka Radja di Radja Alam. 4. Radja Nan Garang. 5. Paduka Radja Nan Tjerdik. 6. Paduka Jangdipertuan Sakit Kaki. 7. Paduka Jang Dipertuan Radja Lembang Alam. 8. Tuanku Muda. 9. Tuanku Sulthan Abdul Madjid. 10. Paduka Daulat Jang Dipertuan Mohd. Ali Hanafiah. 11. Paduka Jang Dipertuan Didalam Negeri Pasaman Mohd. Siam, Radja Jang Penghabisan.
Paduka Radja Nan Tjerdik (Radja ke-5 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam) adalah putra pertama dari Putri Intan Tjahja berkawin dengan Jang Dipertuan di Padang Nunang dalam Negeri Rawo. Putri Intan Tjahja adalah anak ke-2 dari Putri Intan Saman berkawin dengan Basar Nan Berampek di Kampung Air Gadang beranak 2 orang, dimana anak pertama adalah Radja Nan Garang (Radja ke-5 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam). Anak ke-2 dari Putri Intan Tjahja adalah Puteri Seri Negeri berkawin dengan dengan Hakim beranak 1 orang, yaitu Puteri Intan yang berkawin dengan Tuanku Maharadja Lelo anaknya Paduka Radja Nan Tjerdik dan mempunyai 3 orang anak, yang pertama adalah Paduka Jang Dipertuan Sakit Kaki (Radja ke-6 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam), yang ke-2 Puteri Saman beranak 5 orang dan yang ke-3 adalah Puteri Gandum Suri berkawin dengan Penghulil Air Gadang beranak 2 orang.
Demikianlah sebagai info, yang mana saya mempunyai copy Tambo Silsilah tersebut diatas, yang asli ada dipegang oleh Om saya. Apabila berkenan, ini ada no hp saya 0856-9117-1117 atau telpon rumah saya 021-87791249.
Wass.wr.wb.
Ir. Riza Syahran Ganie gelar Sutan Khalifah |
 | assalamualaikum, saudara tinggal di pasaman atau di padang? sebetulnya di manakah lokasi kerajaan Pasaman kehasilan Kalam ini? rajanya yg pertama itu berasal dari mana? menarik sejarahnya |
 | Wa'alaikum salam wr.wb. Bapak Jauharalam, Mohon maaf, saya tinggal di Jakarta. Menurut paman/om saya, pusat kerajaannya terletak di Parit Batu. Sebagai informasi, karena yang tinggal hanya 2 orang paman saya, dan saya ingin sekali mengetahui lebih jauh lagi mengenai Kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam ini. Saya akan tanyakan ke paman/om saya, mengenai raja yang pertama dari mana asalnya. Kalau saya boleh tahu, pak Jauharalam tinggal dimana? |
 | putimaira wrote on Feb 21, '10, edited on Feb 21, '10 Ass.wr.wb. Bapak, Ibu dan Sanak Saudara........ Saya, Riza Syahran Ganie gelar Sutan Khalifah, adalah anak dari Amaludin Ganie dan cucu dari Siti Zabidah. Siti Zabidah, nenek saya, adalah anak kedua (sedangkan anak pertama Sutan Sjamsuddin) dari Sutan Abdullah. Sutan Abdullah adalah anak ke-6 dari Tuanku Sulthan Abdul Madjid, yang merupakan radja ke-9 dari Negeri Pasaman Kehasilan Kalam. Adapun urutan Radja-Radja Didalam Negeri Pasaman Kehasilan Kalam (ari yang pertama sampai yang ke-11) adalah sebagai berikut : 1. Seri Paduka Seri Radja di Radja Alam Sjah. 2. Maharadja di Radja Alam Sjah. 3. Paduka Radja di Radja Alam. 4. Radja Nan Garang. 5. Paduka Radja Nan Tjerdik. 6. Paduka Jangdipertuan Sakit Kaki. 7. Paduka Jang Dipertuan Radja Lembang Alam. 8. Tuanku Muda. 9. Tuanku Sulthan Abdul Madjid. 10. Paduka Daulat Jang Dipertuan Mohd. Ali Hanafiah. 11. Paduka Jang Dipertuan Didalam Negeri Pasaman Mohd. Siam, Radja Jang Penghabisan.
Paduka Radja Nan Tjerdik (Radja ke-5 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam) adalah putra pertama dari Putri Intan Tjahja berkawin dengan Jang Dipertuan di Padang Nunang dalam Negeri Rawo. Putri Intan Tjahja adalah anak ke-2 dari Putri Intan Saman berkawin dengan Basar Nan Berampek di Kampung Air Gadang beranak 2 orang, dimana anak pertama adalah Radja Nan Garang (Radja ke-5 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam). Anak ke-2 dari Putri Intan Tjahja adalah Puteri Seri Negeri berkawin dengan dengan Hakim beranak 1 orang, yaitu Puteri Intan yang berkawin dengan Tuanku Maharadja Lelo anaknya Paduka Radja Nan Tjerdik dan mempunyai 3 orang anak, yang pertama adalah Paduka Jang Dipertuan Sakit Kaki (Radja ke-6 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam), yang ke-2 Puteri Saman beranak 5 orang dan yang ke-3 adalah Puteri Gandum Suri berkawin dengan Penghulil Air Gadang beranak 2 orang.
Demikianlah sebagai info, yang mana saya mempunyai copy Tambo Silsilah tersebut diatas, yang asli ada dipegang oleh Om saya. Apabila berkenan, ini ada no hp saya 0856-9117-1117 atau telpon rumah saya 021-87791249.
Wass.wr.wb.
Ir. Riza Syahran Ganie gelar Sutan Khalifah  salam kenal Riza. Sangat menarik kisah sejarah Nagari Pasaman Kehasilan Kalam ini. Lebih menarik lagi bila sy mengetahui Putri Intan Tjahja telah berkawin dgn Jang Dipertuan di Padang Nunang dari Rao. Adakah Paduka Radja Nan Tjerdik ( Radja ke 5 ) ini anak mereka? Siapakah nama sebenar Jang Dipertuan Padang Nunang di Rao tersebut dan anggaran tahun waktu itu? Saya juga ingin info lanjut mengenai Radja ke 7 iaitu Paduka Jang Dipertuan Radja Lembang Alam. Siapakah nama ibunda dan ayahandanya? Terima kasih sekiranya dapat membantu. |
 | Salam kenal juga Putri. Benar, Paduka Radja Nan Tjerdik (Radja ke-5) adalah anak dari Putri Intan Tjahja dengan Jang Dipertuan di Padang Nunang dalam Negeri Rawo, sekitar tahun 169x-17xx, saya sendiri tidak tahu pasti tahunnya, begitu juga dengan nama Jang Dipertuan di Padang Nunang dalam Negeri Rawo itu. Adapun Paduka Jang Dipertuan Radja Lembang Alam adalah anak Puteri Gandum Suri dengan Penghulil Air Gadang, yang mempunyai 2 orang anak, Paduka Jang Dipertuan Radja Lembang Alam adalah anak pertama dan anak kedua bernama Puteri Saman. Hanya sekian saja info yang ada dalam tambo silsilah (copy) yang saya miliki, adapun tahun adalah hanya perkiraan saya saja. Sekian, semoga bermanfaat...amiin. |
 | Salam kenal Putimaira....saya sendiri tidak tahu....tapi menurut cerita paman/om saya, tidak ada hubungan dengan kerajaan Pagaruyung....yang jelas Radja pertama Negeri Pasaman Kehasilan Kalam adalah Paduka Seri Sulthan Seri Radja di Radja Alam Sjah...yang menurut paman saya mempunyai gelar yang lebih tinggi/baik dari radja kerajaan Pagaruyung....wallahuallam.....jadi saya heran juga melihat di website bahwa kerajaan Pagaruyung adalah kerajaan yang terbesar di Sumatera Barat....maaf ya Putimaira..... |
 | marisma wrote on Feb 21, '10, edited on Feb 21, '10 Salam kenal juga Putri. Benar, Paduka Radja Nan Tjerdik (Radja ke-5) adalah anak dari Putri Intan Tjahja dengan Jang Dipertuan di Padang Nunang dalam Negeri Rawo, sekitar tahun 169x-17xx, saya sendiri tidak tahu pasti tahunnya, begitu juga dengan nama Jang Dipertuan di Padang Nunang dalam Negeri Rawo itu. Adapun Paduka Jang Dipertuan Radja Lembang Alam adalah anak Puteri Gandum Suri dengan Penghulil Air Gadang, yang mempunyai 2 orang anak, Paduka Jang Dipertuan Radja Lembang Alam adalah anak pertama dan anak kedua bernama Puteri Saman. Hanya sekian saja info yang ada dalam tambo silsilah (copy) yang saya miliki, adapun tahun adalah hanya perkiraan saya saja. Sekian, semoga bermanfaat...amiin.  Salam..... Riza dari susur galur keturunan Raja2 Kerajaan Parit Batu Pasaman yah...terima kasih kerana sudi mampir ke situs saya.Saya ingin bertanya Riza ada mempunyai pertalian dengan Tuanku Hendri Daulat Parit Batu sekarang dan juga Tuanku Marah Sudin Daulat Parit Batu yang terdahulu? |
 | Salam kenal juga Marisma...mohon maaf, saya tidak kenal mereka, mungkin paman/om saya ada yang kenal...saya menulis tentang silsilah keturunan raja-raja didalam negeri Pasaman Kehasilan Kalam karena saya tidak banyak tahu...memang ini kesalahan saya, karena sewaktu orang tua dan nenek saya masih hidup saya tidak bertanya....jadi, sekarang saya mau menebus dengan membuat tulisan tersebut dan ingin berdiskusi...alhamdulillah..saya masih punya fotocopy tambo silsilah tersebut....dan menurut paman/om saya....waktu saya katakan bahwa kerajaan Pagaruyung adalah kerajaan yang terbesar di Sumatera Barat, paman/om saya tersebut mengatakan tidak...malahan beliau mengatakan bahwa kerajaan nenek moyang kaulah yang lebih besar....kata beliau. Oleh karena itu, saya ingin berdiskusi/bertukar pikiran dengan yang ahlinya....kalau memang benar cerita dalam artikel tersebut, ya berarti memang kerajaan Pasaman dibawah kerajaan Pagaruyung...tapi kalau tidak benar...marilah kita meluruskannya...karena ada pepatah "katakanlah benar kalau memang itu benar dan katakanlah salah kalau memang itu salah". |
 | dalam situs ini ada di siarkan Tambo Pasaman yg kisahnya mengenai Kerajaan di Parit Batu. Saya add tuan sbgai rakan dalam situs ini nanti bisa kita berdiskusi mengenai sejarah di Parit Batu..... |
 | Terima kasih karena Marisma mau meng'add saya dan mau berdiskusi dengan saya, dan janganlah panggil tuan ke saya... panggil saja saya Reza. |
 | Terima kasih Reza kerana sudi terima pelawaan saya. InsyaAllah mudah2an kita mendapat kebaikan dan munafaat dari kebenaran yang ingin di cari tersebut. Banyak kekeliruan yg cuba di leraikan tapi saya tetap berpegang kepada prinsip bahawa kita semua adalah bersaudara dan memegang kalimah tauhid yg satu. Sejarah di Pulau Perca@ Sumatera ramai yg terkeliru sedangkan ada antara kita yg tidak mengetahui bahawa nenek moyang dahulu kala telah menjalinkan persaudaraan melalui perkahwinan antara suku kaum, huta/kampung, nagari dan malah antara benua termasuk tiongkok dan eropah apalagi di nusantara kepulauan melayu ini. Subhanallah.... |
 | Amiin...insya Allah....dan sama kita harus berpegang kepada prinsip bahawa kita semua adalah bersaudara dan memegang kalimah tauhid yg satu.....dan mudah2an pertemanan dan diskusi kita mendapat Ridho Allah pula. |
 | saya di kuala lumpur. asal nenek moyang banyak dari Rao. kalau boleh tahu, apa hubungan bapak dengan Tuanku Hendri Daulat Parit Batu sekarang? dan juga dengan Tuanku Marah Sudin dahulunya? di kampung saya di Pahang ada keturunan Sutan Laut Api..... |
 | oh mohon maaf, persoalan tadi sudah bapak jawab rupanya di atas.... |
 | Mohon maaf saya tidak kenal dengan Tuanku Hendri Daulat, namun menurut paman/om saya, Unyang saya, yakni bapaknya nenek/oma saya, yaitu Sutan Abdullah pernah menyebut nama Tuanku Marah Sudin. Ada baiknya saya ceritakan silsilah saya, yakni Tuanku Sulthan Abdul Madjid, Radja ke-9 di Pasaman, mempunyai 10 orang anak, yakni pertama Si Djawab gelar Saidi Sutan Pension Mantu Kopa beranak 5 orang; kedua Siti Mariah beranak 5 orang; ketiga Alhadji Sutan Mohd. Sjaleh beranak 6 orang; keempat Sutan Ali tidak diketahui karena beliau pergi/pindah ke Johor, kalo bpk Jauharalam ingin mengentahui ada kemungkinan keturunan Sutan Laut Api mengetahui siapa Sutan Ali; kelima Siti Djariah mati kecil; keenam Sutan Abdullah beranak 5 orang, yang anak kedua Sutan Abdullah adalah nenek/oma saya bernama Siti Zabidah, seharusnya Siti Zubaidah, beliau mendapat gelar Puti Reno Dewan; ketujuh Siti Madinah beranak 2 orang; kedelapan Siti Raimah beranak 4 orang; kesembilan Sutan Aminuddin beranak 8 orang; dan kesepuluh Siti Maredjan.beranak 6 orang. Demikianlah, mudah2an dapat digunakan untuk menjawab bpk. Jauharalam |
 | terima kasih di atas keterangannya. saya lihat dlm slslh ini acapkali diulang nama Puteri Saman utk beberapa generasi, apakah ada sejarah istimewa disebalik nama tersebut? adakah Tuanku Mudo anak kepada puteri Saman? tentang keturunan Sutan Laut Api di Pahang, mrk sendiri tdk tahu sejarah keluarga mrk, kebetulan saya terjumpa catatan nama unyang mrk, Bondar bin Sutan Laut Api waktu menyelongkar arsib tanah di Kuala lumpur...bapak tidak ada rencana mau ziarah ke Parit Batu mencari sejarah di sana? |
 | Terima kasih atas pertanyaan pak Jauharalam, mengenai Putri Saman, memang benar ada beberapa kali dan juga Putri Intan juga ada beberapa generai diulang dan bahkan gabungannya Putri Intan Saman pun ada juga....terus terang saya tidak tahu....namun kalo sering diulang itu menandakan nama yang "favorit"....wallahualam bisawab.....Menurut copy silisilah yang ada pada saya Tuanku Mudo (Radja ke-8) adalah anak dari Putri Intan Marak dan cucu dari Putri Saman.....demikianlah pak Jauharalam.....oh ya mengenai ziarah saya mempunyai rencana tersebut, tapi belum pada waktu dekat ini.......dan insya Allah saya akan tetap mencari sejarah tersebut....... |
 | terima kasih banyak2 di atas keterangannya.....kalau ada sejarah Parit Batu yg lain yg boleh dikongsi silalah paparkan lagi nanti...seronok mendengar sejarah pihak lain, krn sejarah keluarga sendiri kabur... |
 | bapak Riza ada memiliki foto2 lama raja2 Parit Batu? |
 | Saya tidak punya pak Jauharalam....jadi bagi saya benar2 silsilah keluarga adalah gelap........ |
 | Saya hanya punya copy tambo silsilah Raja-Raja di Dalam Negeri Kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam....dan juga saya hanya kenal saudara yang berasal dari keturunan Sutan Abdullah, anak dari Tuanku Sulthan Abdul Madjid, Radja ke-9, .... itupun tidak semuanya saya kenal, walaupun saya hanya tahu semuanya nama-nama saja......... |
 | Pak Riza, Tuanku Sutan Abdul Majid itu anak kepada siapa? Demikian juga Paduka Daulat YDP Mohd Ali Hanafiah dan Paduka Daulat YDP Dalam Negeri Pasaman Mohd Siam? |
 | Pak Jauharalam, Tuanku Sulthan Abdul Majid (Radja ke-9 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam) adalah anak dari Putri Intan Manis, Putri Intan Manis adalah anak dari Puteri Saman, Puteri Saman adalah anak dari Puteri Intan yang berkawin dengan Tuanku Maharadja Lela anaknya alm. Paduka Radja Nan Tjerdik (Radja ke-5 Negeri Pasaman Kehasilan Kalam). Mengenai Paduka Daulat YDP Mohd Ali Hanafiah (Radja ke-10) dalam silsilah tidak diketahui (karena garisnya menyamping/membelok), namun Paduka Daulat YDP Dalam Negeri Pasaman Mohd Siam adalah cucu dari Tuanku Sulthan Abdul Madjid. Ada apa pak Jauharalam menanyakannya? Apakah sudah mendapatkan sedikit informasi? |
 | belum dpt infonya, masih tercari-cari Tuanku Hendri Eka Putra Daulat Parit Batu skrg dari jalur mana....bagaimanapun terima kasih di atas keterangan tersebut... |
 | sangat menarik sekali membaca pembicaraan2 diatas,saya ingin sekali mengetahui lebih banyak tentang sejarah ini....saya sendiri berasal dari orangtua yg pernah tinggal di padang nunang rao.Orangtua saya bernama sutan Darwis Gelar sultan syair Alamsyah.Sayang saya tidak banyak tahu mengenai sejarah orang tua saya.yang saya tahu orang tua saya pernah menjadi yang dipertuan padang nunang.kemana saya harus mencari informasi lebih jauh??.
(Ir .Fikri Alamsyah) |
 | marisma wrote on Apr 23, '10, edited on Apr 23, '10 Assalamu'alaikum buat Fikri Alamsyah. Saya ingin bertanya tahun berapakah orang tuan sdr ( iaitu Sutan Darwis gelar Sultan Syair Alamsyah) menjadi YDP Padang Nunang ? Benar sekali silsilah di Padang Nunang byk yg tidak ketahuan atau di dokumenkan secara terperinci. Keturunan nya telah banyak bertaburan samada di Malaysia maupun di Indonesia. Apa yang boleh kita semua buat ialah mengutip susur galur keturunan yg ada dan menyambungkan kembali menjadi satu silsilah besar waris keturunan YDP Padang Nunang....umpama mencantumkan kembali jig- saw puzzle atau perca2 kain gitu... ^_^
Kita semua akan cuba utk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yg ada dan mudah2an dgn izin Allah kita dapat melihat hasilnya....InsyaALLAH. |
 | Alaikumsalam...,terimakasih sebelumnya sudah merespon tulisan saya diatas.Semasa hidupnya(1921-1982) orang tua saya (sutan Darwis)Jarang sekali bercerita kepada anak2nya tentang keberadaan YDP Padang Nunang.Saya Mengetahui sedikit cerita tentang YDP hanya dari Ibu saya.Hanya sedikit peninggalan dari orang tua saya yang bisa dijadikan alat informasi untuk mengungkap sejarah ini.Salah satunya tradisi turun tanah,sampai saat ini keluarga besar kami masih menjalankan upacara turun tanah.Saya tidak tahu persis mulai dan sampai kapan orangtua saya menjadi yang dipertuan Padang Nunang,Oarngtua saya Lahir thn 1921,meninggal 1982.Beliau adalah keponakan dari Marah Sani gelar sultan syair Alamsyah.Marah sani Gelar sultan syair Alamsyah adalah orang tua dari Asrul sani (tokoh pujangga 45 di Indonesia).Saya baru satu kali berkunjung ke padang Nunang bersama orang tua saya,itupun pada saat saya berusia 15 tahun.Sehingga tidak banyak informasi yang saya dapat,apalagi saat ini orang2 Tua yang ada dikampung bapak saya sudah pada meninggal dunia.Jujur ,saya sangat ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah YDP,tapi tidak tahu harus bertanya pada siapa......Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada Marisma yang telah membuka kembali semangat saya untuk mencari tahu tentang sejarah dan silsilah dari YDP.
Wasalam..... |
 | Salam buat semua....saya ingin response kpd En. Fikri Alamsyah. Fikri ada menerangkan bhw Marah Sani bergelar Sultan Syair Alamsyah adalah ayah kepada Asrul Sani ( seorg tokoh pujangga di Indonesia ) dan Sutan Darwis (yakni ayahanda Fikri Alamsyah) pula adalah keponakan/kemenakan Marah Sani yah? Kalau mengikut kebiasaan adat di minangkabau seorang Raja atau YDP tidak menurunkan gelar kepada anak lelakinya sebaliknya gelaran itu di turunkan kepada keponakan /anak saudara lelaki ( iaitu anak kepada saudaranya yg perempuan ) Oleh itu saya berpendapat Sutan Darwis mendapat gelaran sebagai YDP di Padang Nunang kerana ibu Sutan Darwis adalah adik beradik dgn Marah Sani.........En. Fikri tahu siapa nama bonda Sutan Darwis ? Dalam kita semua mencari atau menjejak keturunan ini dan mengetahui bagaimana letak gelar jawatan YDP...amatlah penting utk mengetahui nama ibu atau ibu saudara kepada ayah atau adik beradik perempuan kerana sudah begitu ketentuan adat di minangkabau.....perkara ini sangat jelas spt yg di nyatakan dalam sisilah yg ada di Kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam @ Parit Batu yang berkedudukan hampir dgn Kerajaan Padang Nunang di Lubuk Layang.
Kak Marisma, andainya kita tahu siapakah dia nama isteri Tuanku Rendah dan susur galur sebelah perempuan ini , pasti senang utk kita kait semula dgn keturunan keluarga yg ada di Medan dan di Acheh..... :) |
 | Salam kembali Untuk Ibu Putimaira,Terima kasih telah meresponse tulisan saya.Ibu Putimaira...terima kasih Infonya,saya sendiri tidak mengetahui kalau gelar Raja itu diturunkan kepada keponakan (anak kepada saudara yang perempuan),yang saya tahu hanya diturunkan kepada keponakan.Saya sampai saat ini belum dapat menemukan silsilah/Tambo/ranji dari keluarga Bapak saya.Sehingga Nama lengkap dari nenek dan kakek saya(orang tua dari bapak saya) itu tidak saya ketahui.Yang saya tahu Nama Kakek saya "Sandiri datuk bandaro Kuning",nenek saya bernama "Kolet".Ayah saya semasa kecil sudah ditinggal mati orangtuanya,sehingga dia di asuh oleh om atau mamaknya yang bernama Marah Sani gelar Sultan Syair Alamsyah.Saya akan berusaha mencari tahu Nama lengkap dari nenek saya ini,mudah2an masih bisa saya dapatkan.Mengingat saat ini orang yang dituakan sudah tidak ada jadi sangat sulit mencari informasi.Berbeda halnya dengan silsilah dari ibu saya,semuanya masih lengkap. Boleh saya bertanya,..Apakah kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam itu adalah asal mula kerajaan yang ada di padang Nunang?...saya masih sangat kabur tentang sejarah ini.....Mohon kiranya ada yang bisa menjelaskan,terima kasih sebelumnya.... |
 | terima kasih berkongsi info Pak Fikri... Kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam letaknya di Parit Batu masih di dalam Kabupaten Pasaman (skrg) namun Kerajaan Padang Nunang adalah berasingan dan ianya terletak di Padang Nunang di Lubuk Layang. Kalu di lihat dalam daftar Kerajaan Sapiah Balahan spt diatas di negeri Pasaman sahaja mempunyai 4 Kerajaan yg berasingan yg di ketuai oleh YDPnya masing2 iaitu di Parit Batu, Padang Nunang, Kinali dan Talu. Di perkirakan keturunan dari 4 Kerajaan ini sahaja sudah sangat ramai sekiranya hendak di kaji.... |
 | Apa kah peranan Sultan Alam Muningsyah I Yamtuan Bawang dalam sejarah Minangkabau? |
 | Ada tak gelaran bagi salah satu Raja Pagaruyung itu adalah Sultan Aliff 3? Yang mana satu? Tahun Pemerintahan? |
 | Dia yg bgtau... He he he... Acah aje tu... Saja bertanya kalau2 dia wujud... Atau saya tersalah baca... Tersalah dengar... Sebab tu saya bertanya... |
 | Bagaimana boleh saya menghubungi YM Sutan Hj. Muhammad Taufiq Thaib, Tuanku Mudo Mahkota Alam atau Puti Reno Raudhah Thaib untuk bertanyakan sejarah Sultan Alam Muningsyah I Yamtuan Bawang, iaitu moyang saya... |
 | Kepada yang mengetahui... Sultan Bagagarsyah Yamtuan Hitam memerintah dari tahun keberapa, hingga tahun berapa? |
 | Marisma : Sememangnya saya dari keturunan Yamtuan Raja Melewar. Atuk moyang saya iaitu Yamtuan Pandak Raja Beringin telah berkahwin dengan Cik Torok, cucu Tunku Aisyah Raja Melewar manakala moyang saya iaitu Raja Yasin, anakanda Raja Beringin berkahwin dengan Cik Kia, cicit Tunku Totok, putera Raja Melewar. Yamtuan Pandak Raja Beringin merupakan anakanda Yamtuan Bawang Sultan Alam Muningsyah I dan Puti Reno Intan. Yamtuan Pandak Raja Beringin adalah beradik dengan Sultan Alam Muningsyah II Sultan Abd. Fatah dan Yang DiPertuan Rajo Bakumin.
Saya akan cuba hubungi Tuanku Sutan Taufiq atau Puti Reno Raudhah untuk mendapat lebih maklumat mengenai keturunan saya. Terima kasih diatas pertolongan puan. Salam dari saya. |
 | putimaira wrote on Sep 7, '10, edited on Sep 7, '10 Yamtuan Pandak Raja Beringin merupakan anakanda Yamtuan Bawang Sultan Alam Muningsyah I dan Puti Reno Intan. Yamtuan Pandak Raja Beringin adalah beradik dengan Sultan Alam Muningsyah II Sultan Abd. Fatah dan Yang DiPertuan Rajo Bakumin.  maksudnya Sultan Alam Muningsyah 1 dgn isterinya Puti Reno Intan mempunyai anak2 iaitu: - Yamtuan Pandak Raja Beringin - Sultan Alam Muningsyah II Sultan Abd. Fatah, dan - YDP Rajo Bakumin ada tak lagi anak2nya yg lain?
Dalam silah sering bertemu catitan bhw Raja Melewar adalah anak Raja Masabumi dengan Puti Reno Duata. Bagaimana pula di katakan Raja Melewar itu anak kpd Sultan Alam Muningsyah 1 ? Adakah Raja Masabumi itu nama tubuh sebenar Sultan Alam Muningsyah 1 dan punya isteri bernama Puti Reno Duata?
saya mohon pencerahan... |
 | putrihumaira: sememangnya Cik Torok adalah anakanda Tunku Putok Yamtuan Raja Hitam. Perkahwinan Yamtuan Raja Hitam dgn Tunku Aishah Raja Melewar bukan nya tidak mendapat zuriat, tetapi tidak di kurniakan seorang putera, hanya seorang puteri.Tiada persamaan diantara Tunku Putok dan Tunku Putih. Cik Torok telah berkahwin dgn Yamtuan Pandak Raja Beringin, iaitu atuk moyang saya dan telah dikurniakan 5 putera iaitu Raja Pudi, Raja Yassin, Raja Alang Sohor, Raja Sulong dan Raja Ali. Sekiranya puan berminat untuk melihat keturunan Raja Melewar, puan boleh melayari website: www.geni.com dan menaipkan Raja Melewar. Sekian, salam dari saya. |
 | putimaira: memang benar Raja Melewar anakanda kepada Raja Masabumi dengan Puti Reno Duata dan bukan anak kepada Sultan Alam Muningsyah 1. Ayahanda Raja Melewar adalah Sultan Abdul Jalil, anakanda Sultan Alif II dengan Tuwan Gadih Saruaso III. Sekian. |
 | assalamualaikum. salam kenal untuk dunsanak semua, khusunya untuk bapak jauharalam yang sedang mencari info tentang Tuanku Hendri Eka Putra Daulat Parit Batu. nama saya Rahmad Efendi, bergelar Sutan Parhimpunan, saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Padjajaran Bandung. mengenai tuanku hendri eka putra dan tuanku marah sudin daulat, mungkin saya dapat sedikit membantu. karena sesungguhnya tuanku marah sudin daulat ialah ayah kandung dari saya dan tuanku hendri eka putra merupakan alur keponakan bagi saya, karena beliau adalah cucu dari almarhum ayahanda tuanku marahsudin. jikalau bapak mau, InsyaAllah saya bisa menghubungkan Bapak dengan Tuanku Hendri Eka Putra agar bisa berbagi informasi dengan beliau. sekiranya bapak mau menghubungi saya, bapak bisa kontak saya di 085222255669. terimakasih. wsslm.
|
 | Makin menarik cerita ni nampaknya..... Saya juga ingin bertanya disini.... Pergolakan pada zaman Sultan Muningsyah II ni dengarnya sangat hebat... mungkin yang terhebat di dalam sejarah kerajaan Pagaruyung..... Ada sesiapa yang tahu sedikit sebanyak tentang apa yang telah terjadi Zaman ini...? |
 | Mohon pencerahan lagi daripada yang tahu....... rasanya konflik dan huru hara ni dah bermula sebelum perang Paderi lagi.... maknanya... mmg dah terjadi perebutan jawatan Sultan dan pembesar Daulah Pagaruyung ini sebelum Perang Paderi meletus..... Terdapat Individu/berkumpulan yang telah merancang untuk merampas takhta Sultan dan pembesar ini. Namun.... pergolakan tersebut dapat dibendung... bagaimanapun... perang Paderi tersebut telah merealisasikan hajat mereka berkenaan... Allahualam... |
 | Maaf, saya kurang pasti akan informasi tersebut. Saya pun ingin mengetahui lebih lanjut mengenai keturunan saya kerana saya tidak pernah membaca tentang moyang saya ia itu Yamtuan Pandak Raja Beringin dalam sejarah minangkabau. Yang saya tahu ialah moyang saya, Sultan Alam Muningsyah 1 adalah anakanda Yamtuan Rajo Gamuyang. Informasi ini saya perolehi dari sumber Istana Seri Menanti, Negeri Sembilan. Pakcik saya pernah dijemput semasa upacara pembukaan Istana Gadang selepas dibaikpulih akibat kebakaran. Mereka adalah Tan Sri Raja Khalid dan Raja Syahmenan. Malangnya kedua2 pakcik saya telah kembali ke rahmatullah. |
 | Saya tiada menyimpan sebarang dokumen. Tetapi maklumat ini diperolehi dari sumber Istana Besar Seri Menanti. Keturunan saya begini : Raja Beringin--Sultan Alam Muningsyah 1(ayah)--Yamtuan Rajo Gamuyang(ayah)--Yamtuan Rajo Bagewang(ayah)--Yamtuan Rajo Pangat 1(ayah)--Yamtuan Rajo Manguyang--Yamtuan Rajo Gamuyang 1--Sultan Alif 1--Rajo Dibuo III. Salam dari saya. |
 | Putri-Sultan Alam Muningsyah II ada 2 beradik setahu saya ia itu Yamtuan Pandak Raja Beringin dan Yang DiPertuan Rajo Bakumin. Kurang pasti sama ada beliau ada beradik perempuan. |
 | mohon bantuan informasinya adakah hubunganya antara pagaruyung dengan marga gumay yang ada di sumatera selatan, karna dalam sejarah marga gumay menyebutkan adanya keturunan gumay yang bernama puyang SELEBAR ALAM turun ke pagaruyung menjadi raja di pagaruyung. Terlebih dahulu saya ucapkan terimakasih
|
 | Cucu : Datuk kepada Raja Nasharuddin iaitu Raja Harun Bin Raja Tachik adik beradik dengan ninda saya, Raja Zabedah binti Raja Tachik. Maknanya ayahanda saya dan ayahanda Raja Nasharuddin adalah sepupu. Lagi satu adik ninda saya ialah Datuk Raja Zainal Abidin, ayahanda Datuk Raja Nong Chik, menteri wilayah dan perpaduan Malaysia sekarang. |
 | marisma wrote on Feb 20, '11, edited on Feb 20, '11 salam  salam kembali dildaar1998. terima kasih ziarah ke situs kami :) |
 | marisma : memang benar saya ada talian persaudaraan. Raja Hisyam dan Raja Nafidah adek kepada Raja Nasharuddin. |
 | marisma : benar, kami semua bersaudara. |
 | Ass wr wb,
salam kenal semua perkenalkan saya Suta Okta Pamena 'Sutan Pamenan' Cucu dari Datuk Bandaro kuning Raja Adat Pagaruyung.
Saat ini saya sedang mendalami sejarah leluhur saya yg telah menjadi Takdir kehidupan duniawi saya dalam menapak tilas leluhur Saya.
|
 | marisma wrote on Jul 14, '11, edited on Jul 14, '11 Ass wr wb,
salam kenal semua perkenalkan saya Suta Okta Pamena 'Sutan Pamenan' Cucu dari Datuk Bandaro kuning Raja Adat Pagaruyung.
Saat ini saya sedang mendalami sejarah leluhur saya yg telah menjadi Takdir kehidupan duniawi saya dalam menapak tilas leluhur Saya.
 Alaikum salam dan salam kenal kembali Suta Okta Pamena.'Sutan Pamenan' dari keluarga besar Datuk Bandaro Kuning di Dusun Tuo, Limo Kaum.
Datuak Bandaro Kuniang ini jika dalam struktur Kerajaan Pagaruyung adalah Gajah Gadang Patah Gadiang iaitu pembesar yang tidak memegang kekuasaan eksekutif tetapi memimpin legislatif (undang-undang) yakni hakim agung dari pucuk bulat Kelarasan Caniago. |
 | Amin terkadang kita melupakan sejarah yang membawa kita hingga saat ini.
Pada awalnya saya melihat hal ini hanya bagian sejarah tetapi mungkin saat ini saya harus menerima Takdir yang terkadang sulit diterima mata apabila tidak menggunakan bathin.
Wassalam
|
 | salam mengikut sejarah Paroi telah dibuka oleh anaknda putera raja melewar iaitu raja totok di mana menurut info ,beliau telah dikahwinkan dengan anak undang sg. ujung.Adakah baginda juga digelar sebagai "Datuk Paroi" sepertimana yang disebut oleh penduduk tempatan .sekiranya benar di mana makamnya,sekadar ingin bertanya dan mohon pencerahan . |
 | saya ingin mengetahui asal usul paduka intan kerana menurut dari kata ayah saya..kami adalah keturunan dari paduka intan..tapi saya tidak banyak info mengenai paduka intan... |
 | saya ingin tau salahsilah raja beringin sapa dia sebenarnya? |
 | Assalamualaikum saudara Sutan Khalifah, Moga saudara berkenan menjawab beberapa soalan saya. 1. siapakah nama isteri PADUKA SERI SULTAN SERI RAJA DIRAJA ALAM SHAH (Raja 1) dan PADUKA MAHARAJA DIRAJA ALAM SHAH (Raja ke-2)? 2. mengikut copy tambo yg ada pada paman saudara, PADUKA RAJA DIRAJA ALAM (Raja ke-3) berkahwin dengan siapa dan punya berapa orang anak? 3. begitu juga, RAJA NAN GARANG (Raja ke-4) berkahwin dengan siapa dan punya berapa orang anak? 4. PUTI INTAN JOHOR siapa suaminya dan anaknya berapa orang? 5. apakah ada dari kalangan keluarga raja-raja ini yang berkahwin dengan keluarga TUANKU BAGINDO KALI, Raja Kerajaan Kumpulan Bonjol di Pasaman? 6. Siapakah nama ayahanda TUANKU SUTAN ABDUL MAJID? Dan siapakah nama isteri TUANKU SUTAN ABDUL MAJID tersebut?
Terima kasih di atas jawabannya, harap ianya boleh menjadi bahan rujukan untuk menyelidiki sejarah kerajaan-kerajaan di Pasaman. Wassalam.
|
 | ass..............saya mau bertanya,datuk bandaro tu pengertianya apa???????? |
 | salam kenallllllllll.......
|
 | bagus semua komen yang positif tu sya pula dari keturunan akhir kesultanan pagar ruyung yang merajuk dan merantau ke tanah melayu(malaysia) kerana perebutan takhta asman@gmail.com - keluarga yang tinggal disana telah merantau ke Acheh ramai yang terkorban ketika tsunami |
 | saya dari malaysia, ingin mencari salasilah keturunan saya yang berasal dari istana minangkabau, kampung mengkuang, pagar ruyung, sumatera barat. saya adalah cicit kepada keturunan sultan pagar ruyung yang telah merajuk dan lari ke malaysia kerana takhta telah diserahkan kepada adinda beliau..ketika lari ke malaysia, beliau membawa bersama dua orang anak lelaki. salah seorang anaknya telah terus menetap di batu arang, selangor. manakala beliau bersama anaknya lagi seorang telah terus menetap di pahang. keturunan saya ini adalah anak kepada bonda sultan yang bernama Tengku Mulaini atau Tengku Mulaina ( nama kurang jelas dari segi ejaan kerana masalah sebutan ) |
 | barang kemungkinan, daulat yang dipertuan sultan tangkal alam bagagarsyah yamtuan hitam adalah ayahanda kepada moyang saya..dan daulat yang dipertuan sultan abdul jalil II yang dipertuan garang yang dipertuan sultan abdul jalil adalah adinda kepada moyang saya..ini adalah berdasarkan penyampaian cerita dari atuk dan ayah saya.. |
|